Senin, 09 April 2012

MAKHLUK HIDUP

MAKHLUK HIDUP
Oleh: Ummul Hasanah
Kelas VII Semester 1
KD 2.1. Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup

Di alam semesta ini terdapat dua macam ciptaan Tuhan, yaitu benda-benda tidak hidup dan benda-benda hidup. Benda tidak hidup biasa kita sebut dengan benda saja, sedangkan benda hidup kita sebut dengan makhluk hidup. Kalian dapat mencari contoh dari masing-masing kelompok benda tersebut meskipun belum mengetahui ciri-ciri makhluk hidup, karena antara keduanya memiliki perbedaan tertentu.
Ketika kalian di sekolah dasar, tentu telah diperkenalkan tentang ciri,ciri makhluk hidup bukan? Coba kalian ingat lagi, dan sebutkan apa saja ciri-ciri makhluk hidup itu! Istilah ciri-ciri makhluk hidup memiliki pengertian yang sama dengan istilah ciri-ciri kehidupan.

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP
Hewan, manusia, dan tumbuhan merupakan makhluk hidup penghuni bumi. Hewan dan tumbuhan ada yang hidup di air dan ada pula yang hidup di darat. Ukuran makhluk hidup pun berbeda-beda, ada yang sangat kecil dan ada pula yang sangat besar. Walaupun berbeda, makhluk hidup memiliki persamaan ciri-ciri yang membedakannya dari benda-benda tak hidup.
Burung dapat bergerak dan mematuk-matuk mencari makan, sedangkan mobil tidak bergerak jika tidak dikendarai oleh manusia walaupun mobil juga perlu makanan (bensin). Burung dapat berkembangbiak, sedangkan mobil tidak. Mobil termasuk benda tak hidup, sedangkan burung termasuk makhluk hidup.
Makhluk hidup dapat dibedakan dari benda tak hidup karena makhluk hidup mempunyai ciri-ciri yang tidak dimiliki oleh benda sebagai berikut:
1.   Bergerak
Bergerak artinya berpindah tempat. Semua makhluk hidup dapat bergerak dengan cara lain berbeda-beda. Manusia, gajah, sapi, harimau, kambing, ayam, dan kerbau bergerak dengan menggunakan kaki di atas tanah. Burung terbang menggunakan sayapnya di udara, seperti elang, merpati, dan walet. Ikan yang hidup di air bergerak dengan menggunakan sirip dan ekor. Ular merayap di tanah.
Bagaimana dengan tumbuhan? Apakah tumbuhan bergerak dan berpindah tempat?
Gerak pada tumbuhan tidak berpindah tempat, tetapi adanya peristiwa tumbuh. Contohnya gerak menutup dan membukanya daun putri malu, gerak tunas ke arah datangnya sinar matahari, dan gerakan akar menembus tanah.
 
                   (a)                                   (b)                                    (c)
Gambar 1. Berbagai alat gerak pada makhluk hidup: (a) kaki pada manusia, (b) sayap pada burung, (c) sirip pada ikan


2.   Makan
Manusia, hewan, dan tumbuhan memerlukan makanan. Makanan diperlukan antara lain untuk menghasilkan tenaga dan energi, untuk pertumbuhan; untuk berkembang biak; dan untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Tubuhmu membutuhkan zat-zat atau nutrisi yang terdapat pada bahan makanan. Makanan tersebut tentunya harus bergizi dan tidak mengandung bibit penyakit, bukan? Manusia dan hewan tidak dapat menghasilkan makanan sendiri. Dengan demikian, dari manakah kita mendapatkan makanan?
Gambar 2. Makan merupakan kebutuhan makhluk hidup
Alam sekeliling kita menyediakan berlimpah jenis makanan dan minuman. Mulai dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Protein berguna untuk petumbuhan dan perbaikan tubuh. Karbohidrat berguna untuk memberi tenaga. Lemak berguna untuk memberi tenaga dan menjaga sel-sel darah merah tetap sehat. Vitamin dan mineral menjaga tubuh tetap sehat dan mencegah penyakit.
Lalu, bagaimana dengan tumbuhan? Tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri. Proses pembuatan makanan tumbuhan disebut fotosintesis. Air dari akar dan gas karbondioksida dari udara menyatu/bergabung membentuk glukosa (gula) dan gas oksigen. Kemudian, tumbuhan memanfaatkan glukosa sebagai bahan bakar pembangkit energi, dalam proses yang disebut respirasi.
3.   Bernapas
Setiap makhluk hidup pasti bernapas, walaupun cara dan alatnya berbeda-beda. Manusia, gajah, harimau, kerbau, dan sapi bernapas dengan paru-paru. Ikan bernapas dengan insang.
Gambar 3. Paru-paru pada manusia
Bernapas berarti mengambil atau menghirup oksigen dari udara. Oksigen digunakan oleh tubuh untuk membakar zat makanan sehingga menghasilkan energi. Penggunaan oksigen di dalam tubuh disebut oksidasi biologis. Energi yang dihasilkan digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan hidup. Ketika bernapas, makhluk hidup mengeluarkan zat sisa, yaitu zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, seperti uap air dan karbon dioksida. Dengan demikian sehingga di dalam tubuh terjadi proses pemecahan makanan dan pelepasan energi yang disebut respirasi.
Gambar 4. Insang pada ikan
4.   Peka terhadap Rangsangan (Iritabilitas)
Tumbuhan putri malu dapat menutup dan membuka kembali apabila daunnya disentuh. Gerakan daun putri malu itu akan terjadi apabila ada sentuhan dari luar tubuh tumbuhan itu. Sentuhan merupakan salah satu rangsang yang diterima tumbuhan, sedangkan gerak menutup dan membuka kembali merupakan tanggapan dari tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan dapat menerima dan menanggapi rangsang. Rangsang tersebut berasal dari luar tubuh, seperti sentuhan, air, cuaca, sinar matahari, suhu, tanah, dan zat kimia. Selain rangsang dari luar, organisme juga dapat menerima dan menanggapi perubahan yang datang dari dalam tubuhnya sendiri.
Gambar 5. Putri menerima rangsangan sentuhan
Selain itu, apakah kamu pernah berpikir saat kamu tertusuk duri atau terkena percikan air panas, secara spontan kamu akan menjerit. Tubuhmu merespon rangsangan dengan timbulnya rasa sakit, sehingga kamu menjerit.
5.   Tumbuh
Pertumbuhan adalah proses perubahan ukuran dan jumlah sel pada organisme. Berkembang adalah munculnya fungsi-fungsi organ dalam tubuh selama kehidupan organisme. Apabila kamu menyadari asal mula dirimu, kamu akan memahami tumbuh dan berkembangnya organisme. Tubuhmu berasal dari sel telur dan sel sperma yang membentuk janin yang dikandung oleh ibumu selama lebih kurang 9 bulan di dalam rahim. Janin itu kemudian lahir menjadi bayi, bayi tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak sehingga tumbuh menjadi seorang remaja.
Hewan pun mengalami pertumbuhan dan perkembangan, misalnya pada katak. Katak berasal dari telur, tumbuh dan berkembang menjadi kecebong atau berudu yang berinsang luar. Kemudian kecebong tumbuh menjadi kecebong kemudian berkembang lagi menjadi kecebong berkaki belakang, dan berkaki depan serta memiliki paru-paru. Selanjutnya, tumbuh dan berkembang menjadi katak muda dengan ekor yang memendek sampai akhirnya menjadi katak dewasa.
Gambar 6. Pertumbuhan dan perkembangan katak
Bagaimana dengan tumbuhan? Tumbuh dan berkembangnya tumbuhan dapat kamu amati pada proses perubahan dari biji menjadi kecambah, tumbuh tunas muda, kemudian batang kecil, dan akhirnya menjadi tumbuhan besar.
6.   Mengeluarkan zat sisa
Tidak semua perombakan bahan makanan maupun pernapasan dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Bahan yang tidak dimanfaatkan menjadi bahan sisa atau yang jumlahnya berlebihan harus dikeluarkan dari dalam tubuh untuk menjaga keseimbangan. Hewan menghasilkan bahan sisa berupa urine, uap air, dan karbondioksida sedangkan tumbuhan mengeluarkan uap air, karbondioksida, dan oksigen. Hewan memiliki alat ekskresi khusus dan membentuk suatu sistem yang disebut sistem ekskresi. Tumbuhan tidak memiliki saluran pembuangan khusus seperti hewan. Bahan sisa misalnya uap air di siang hari dikeluarkan melalui lentisel atau mulut daun (stomata). Tetapi ketika malam hari melalui jalan yang sama, dikeluarkan karbondioksida.
Gambar 7. Stomata sebagai jalur pengeluaran uap air pada tumbuhan
7.   Berkembang biak
Perkembangbiakan merupakan mekanisme untuk melestarikan jenis (regenerasi) agar tidak punah. Perkembangbiakan hewan dan tumbuhan dapat terjadi secara seksual (generatif) meskipun ada beberapa jenis hewan maupun tumbuhan yang mampu berkembangbiak secara aseksual (vegetatif). Perkembangbiakan seksual membutuhkan alat khusus yang disebut alat kelamin, yaitu alat kelamin jantan atau alat kelamin betina. Pada hewan, alat perkembangbiakan membentuk suatu sistem yang disebut sistem reproduksi.
Gambar 8. Perkembangbiakan pada ayam dengan menghasilkan telur




DAFTAR PUSTAKA
Arahim, Zaipudin dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas
Sumarwan, dkk. 2003. Biologi Jilid 1A SLTP Kelas 1. Jakarta: Erlangga
Suryatna, Asep dan Enjah Takari R. 2009. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas

0 komentar:

Posting Komentar