Senin, 09 April 2012

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP


KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
Oleh: Ummul Hasanah
Kelas VII Semester 2
KD 6.2. Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan cirinya.

Makhluk hidup yang menempati bumi sangat banyak jenisnya dan beraneka ragam bentuknya. Apabila kamu mengamati sepetak sawah atau lapangan rumput kamu dapat menemukan berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Apakah tumbuhan dan hewan yang kamu temukan dapat kamu kenali semuanya? Begitu banyak jenis tumbuhan dan hewan di bumi, lebih dari 1,5 juta jenis makhluk hidup telah dikenal oleh para ahli biologi dan masih banyak jenis makhluk hidup lain yang belum dikenal.
Makhluk hidup beraneka ragam karena makhluk hidup mempunyai perbedaan ciri, baik struktur, warna, tempat tinggal maupun perbedaan ciri lainnya. Perbedaan ciri dapat ditemukan pada organ-organ yang terdapat pada satu individu, misalnya perbedaan ukuran daun yang terdapat dalam satu pohon. Selain itu. Keanekaragaman dapat pula terjadi antara satu individu dengan individu lainnya dalam satu jenis. Perbedaan ciri tersebut akan membedakan individu satu dengan individu lainnya dalam satu jenis.
Untuk mempermudah mengenali dan mempelajari makhluk hidup yang beraneka ragam, maka dilakukan pengelompokan atau klasifikasi. Cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang klasifikasi adalah taksonomi. Klasifikasi makhluk hidup dilakukan berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang dimilikinya, baik ciri morfologi, fisiologi, atau ciri-ciri yang lainnya. Semakin banyak ciri-ciri yang sama semakin dekat kekerabatan makhluk hidup, dan sebaliknya semakin sedikit ciri-ciri yang sama kekerabatannya semakin jauh.
A.    Sejarah Klasifikasi Makhluk Hidup
Ahli biologi mengelompokkan makhluk hidup dengan mengamati persamaan ciri. Singa, harimau, macan tutul, dan cheetah berada dalam satu kelompok, tetapi berbeda spesies. Spesies atau jenis adalah kelompok organisme yang dapat melakukan perkawinan antara individu dalam kelompoknya dan dapat menghasilkan keturunan yang subur (fertil). Artinya seekor singa hanya dapat melakukan perkawinan dengan singa, macan tutul hanya dapat melakukan perkawinan dengan macan tutul.
Sekitar 2000 tahun yang lalu, ada seorang filosof Yunani yang bernama Aristoteles. Ia mengelompokkan makhluk hidup ke dalam dua kerajaan besar, yaitu tumbuhan dan hewan. Pada umumnya, tumbuhan mempunyai zat hijau daun (klorofil) dan tidak berpindah tempat, sedangkan hewan tidak memiliki zat hijau daun dan dapat berpindah tempat.
Selanjutnya, Aristoteles membagi kerajaan hewan menjadi tiga kelompok berdasarkan tempat hidupnya, darat, air, dan udara. Kerajaan tumbuhan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu herba, semak, dan pohon. Herba, yaitu tumbuhan yang kecil dan berbatang kecil. Semak, yaitu tumbuhan yang tingginya sedang. Pohon, yaitu tumbuhan yang tinggi dan memiliki batang pokok yang bercabang. Perhatikan sistem klasifikasi Aristoteles berdasarkan gambar berikut ini.
Tabel 1. Bagan klasifikasi makhluk hidup menurut Aristoteles
Selanjutnya dikenal sistem klasifikasi buatan yang ditemukan oleh Carolus Linnaeus. Klasifikasi tersebut berdasarkan persamaan ciri-ciri yang terdiri dari struktur atau bentuk tubuh, ukuran, warna, cara memperoleh makanan, dan cara berkembang biak. Sistem klasifikasi dari Carolus Linnaeus dibagi dalam dua kerajaan, yaitu kerajaan hewan dan kerajaan tumbuhan. Selanjutnya, sistem klasifikasi itu terdiri dari kelompok-kelompok sampai satu jenis makhluk hidup yang disebut spesies.
Dalam melakukan klasifikasi, makhluk hidup dikelompokkan dalam suatu kategori tertentu secara bertingkat yang disebut takson. Semakin besar kategori suatu takson semakin sedikit persamaan ciri yang dimiliki anggota-anggotanya. Penggunaan takson-takson dan kategori besar ke kategori kecil sebagai berikut.
Tumbuhan
Hewan
Nama takson dalam bahasa Indonesia
Regnum
Kingdom
Kerajaan/Dunia
Divisio
Phylum
Divisi/Filum
Classis
Classis
Kelas
Ordo
Ordo
Bangsa
Familia
Familia
Suku
Genus
Genus
Marga
Species
Species
Spesies
Tabel 2. Tata urutan takson
Sistem ini menggunakan nama spesies dengan dua kata yang disebut dengan binomial nomenklatur. Nama spesies dengan dua kata yang berbahasa Latin ini merupakan nama ilmiah. Kata pertama ditulis dengan huruf awal kapital yang menunjukkan genus atau marga dan kata kedua ditulis dengan huruf kecil semua yang menunjukkan jenis atau keterangan. Ilmu yang mempelajari pengelompokan makhluk hidup dengan binomial disebut taksonomi.
B.  Pengelompokan Makhluk Hidup 5 Kingdom
Sejak zaman dahulu manusia sudah mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kelompok besar, yaitu dunia tumbuhan dan dunia hewan. Namun ternyata beberapa makhluk hidup tidak dapat dikelompokkan ke dalam hewan ataupun tumbuhan. Sejalan dengan perkembangan pengetahuan diperkenalkan pengelompokan makhluk hidup menjadi lima kingdom atau dunia oleh Roberts H. Whittaker pada tahun 1969, yaitu monera, protista, fungi, plantae, dan animalia.
1.   Monera
Makhluk hidup yang termasuk kelompok kingdom monera, yaitu bakteri (misalnya spirillum, basil, dan kokus) dan sianobakteri (misalnya ganggang biru). Anggota kingdom ini terdiri dari makhluk hidup kecil (mikroorganisme) yang bersel satu dengan struktur tubuh sangat sederhana. Selnya tidak memiliki membran inti (prokariotik) yang melindungi inti sel. kelompok kingdom monera hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Monera berkembang biak dengan membelah diri secara langsung (amitosis).
Gambar 1. Bakteri
2.   Protista
a.      Protista mirip hewan
Protista adalah makhluk hidup yang sederhana dan hidup di tempat yang berair. Protista ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak. Anggota protista ada yang menyerupai tumbuhan, menyerupai hewan, dan menyerupai jamur. Anggota protista dikatakan menyerupai tumbuhan karena memperoleh makanan dengan cara fotosintesis. Menyerupai hewan dan jamur karena memperoleh makanan dari organisme lain. Protista yang menyerupai hewan di antaranya Amoeba dan Paramaecium.
                                                                                            (a)                                (b)
Gambar 2. Protista mirip hewan: (a) Amoeba dan (b) Paramecium
b.      Protista mirip tumbuhan
Jenis Protista yang mirip tumbuhan adalah Euglena viridis. Euglena viridis mirip tumbuhan karena dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Ciri-ciri Euglena viridis di antaranya hidup di air tawar, berklorofil, dan bergerak dengan flagel atau bulu cambuk.
Gambar 3. Euglena viridis, salah satu contoh protista mirip tumbuhan
3.   Fungi
Apakah kamu suka makan jamur merang? Tahukah kamu, jamur apa saja yang ada di lingkungan kita? Banyak sekali jenis jamur yang ada di bumi ini, ada yang menguntungkan ada yang merugikan.
Ilmu yang mempelajari jamur disebut mikologi. Ciri-ciri umum jamur adalah tubuh tersusun oleh satu sel (uniseluler) atau sebagian besar tubuh terdiri atas banyak sel (multiseluler). Sel-selnya bersifat eukariotik (berinti), membentuk benang atau hifa. Reproduksi dapat berlangsung secara generatif dan vegetatif. Jamur secara umum berkembang biak dengan spora. Jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis. Jamur hidup sebagai saprofit, yaitu menguraikan zat sisa organisme atau sebagai parasit yaitu merugikan organisme lainnya.
Fungi terdiri atas 4 divisio yaitu: Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota dan Deuteromycota.
a.    Zygomycota, contoh Rhizhopus oryzae, digunakan untuk pembuatan tempe.
b.    Ascomycota, contoh Saccaromyces cerreviceae, digunakan dalam pembuatan minuman beralkohol. Contoh lain adalah Penicillium notatum jamur penghasil zat antibiotik yang dikenal dengan penisilin, dan Penicillium camemberti (bahan pembuat keju)
Gambar 4. Penicilium notatum
c.    Basidiomycota, contoh Volvariella volvacea sering dikenal dengan jamur merang, dan Auricularia polytrica (jamur kuping)
Gambar 5. Auricularia polytrica
d.   Deuteromycota, contohnya Rhyzoctonia solani, menyebabkan penyakit pada Solanum sp (kentang).
Beberapa contoh jamur yang merugikan antara lain Malassesia furfur (jamur panu), dan Aspergillus flavus (menghasilkan racun aflatoksin).
Gambar 6. Aspergillus flavus
4.   Plantae
Apakah perbedaan ciri-ciri tumbuhan dengan Monera? Kingdom Plantae merupakan organisme multiseluler dan eukariotik. Sel-selnya terlindung oleh dinding yang terbuat dari selulosa dan mempunyai klorofil yang terkumpul dalam plastida. Klorofil adalah pigmen yang mampu menyelenggarakan fotosintesis, sehingga tumbuhan bersifat autotrof. Tumbuhan berkembang biak secara seksual dan aseksual. Sel-sel tumbuhan multiseluler membentuk jaringan dan organ. Dunia tumbuhan digolongkan menjadi lumut (tumbuhan tak berpembuluh), paku-pakuan dan tumbuhan biji (tumbuhan berpembuluh).
a.   Lumut
Perhatikan tanah atau dinding lembab di sekitar sekolahmu. Apakah kalian menjumpai tumbuhan kecil di permukaannya? Tumbuhan yang kamu lihat itu adalah lumut. Apakah lumut itu? Mari kita pelajari bersama. Para ahli beranggapan lumut merupakan bentuk peralihan dari tumbuhan air ke tumbuhan darat. Pendapat ini didasarkan pada kemampuannya menyesuaikan diri dengan lingkungan darat dan tempat berair.
Tumbuhan lumut juga sering dikatakan tumbuhan peralihan dari tumbuhan bertalus dengan tumbuhan berbatang. Hal ini didasarkan pada bentuk tubuh lumut ada yang menyerupai ganggang, misalnya lumut hati, dan sebagian lagi tampak menyerupai tumbuhan yang telah berbatang.
Ciri-ciri tumbuhan lumut secara umum sebagai berikut.
1)      memiliki bentuk menyerupai akar (disebut rhizoid), batang dan daun, tetapi bukan akar, batang dan daun sejati,
2)      tidak ditemukan adanya jaringan pembuluh pada alat tubuhnya. Pengangkutan air dan garam mineral berlangsung dari sel ke sel secara lambat,
3)      habitatnya di tempat lembab atau basah,
4)      tubuhnya berukuran 0,5cm—15 cm, dan
5)      daur hidupnya mengalami pergiliran keturunan antara fase kawin (gametofit) dan tak kawin (sporofit), disebut metagenesis
Gambar 7. Lumut hati (Marchantia)
Lumut dibedakan dalam dua kelompok, yakni lumut hati (Hepaticeae) dan lumut daun (Musci). Contoh lumut hati adalah Marchantia polymorpha sebagai bahan yang digunakan untuk mengobati panyakit radang hati. Contoh lainnya Sphagnum fimbriatum (lumut gambut) dan Pogonatum cirrhatum merupakan contoh lumut daun.
Lumut mengalami pergiliran keturunan secara sederhana yang dapat digambarkan sebagai berikut.
1)      sora lumut yang telah masak apabila jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi tunas lumut atau protonema,
2)      protonema selanjutnya akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut, setelah dewasa, tumbuhan lumut akan menghasilkan alat kelamin berupa anteridium dan arkegonium. Alat tersebut masing-masing akan menghasilkan spermatozoid dan ovum. Karena menghasilkan gamet maka tumbuhan lumut disebut gametofit.
3)      apabila terjadi pembuahan, akan dihasilkan zigot yang akan tumbuh menjadi badan penghasil spora (sporogonium). Karena penghasil spora, sporogonium disebut sporofit.
b.   Paku
Paku merupakan kelompok tumbuhan berpembuluh, karena golongan tumbuhan paku mempunyai pembuluh kayu (xilem) dan pembuluh tapis (floem). Tumbuhan berpembuluh sering disebut tumbuhan tingkat tinggi. Tumbuhan ini mempunyai organ tubuh seperti akar, batang, dan daun sejati (Cormophyta). Daunnya mengandung klorofil untuk fotosintesis. Daun yang mengandung spora disebut sporofil yang merupakan daun fertil (subur). Daun yang tidak mengandung spora dan hanya untuk fotosintesis saja disebut tropofil yang merupakan daun steril (mandul). Ciri khas tumbuhan paku adalah ujung daun tumbuhan paku ketika masih muda menggulung. Paku berkembang biak dengan spora dan mengalami pergiliran keturunan.
Gambar 8. Ciri khas daun tumbuhan paku, adanya sori dan pucuk daun tergulung
Tumbuhan paku dikelompokkan menjadi beberapa kelas, diantaranya adalah paku ekor kuda (Equisetinae), paku kawat (Lycopodineae), dan paku benar (Filicinae). Contoh paku ekor kuda adalah Equisetum debile digunakan sebagai penggosok. Contoh paku kawat adalah Lycopodium cernum, Lycopodium clavatum, yang digunakan sebagai bahan obat-obatan, dan Selaginella sp (paku rane). Contoh paku benar (Filicinae) adalah Adiantum cuneatum (suplir) untuk tanaman hias, Azolla pinnata (paku sampan), Dryopteris filixmas digunakan untuk obat cacing, Marcilea crenata (semanggi) dikonsumsi sebagai sayuran, Alsophilla glauca (paku tiang), dan Asplenium nidus (paku sarang burung).
Tumbuhan paku berkembang biak secara kawin dan tak kawin. Kedua cara tersebut berlangsung secara bergantian. Seperti halnya pada tumbuhan lumut, tumbuhan paku juga mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). Daur hidup tumbuhan paku selengkapnya adalah sebagai berikut.
1)   spora paku yang telah masak apabila jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi protalium,
2)   protalium selanjutnya akan menghasilkan alat kelamin berupa anteridium dan arkegonium. Alat tersebut masing-masing akan menghasilkan spermatozoid dan ovum, karena merupakan penghasil gamet disebut gametofit.
3)   apabila terjadi pembuahan, akan dihasilkan zigot yang tumbuh menjadi embrio dan akhirnya menjadi tumbuhan paku.
4)   Tumbuhan paku dewasa memiliki sporofil yang akan menghasilkan spora.
c.    Tumbuhan biji
Apakah kamu suka makan rambutan atau durian? Apakah kamu dapat menemukan bijinya? Tumbuhan biji dapat ditemukan di banyak tempat. Ciri tumbuhan biji secara umum memiliki akar, batang, dan daun sejati. Tumbuhan biji juga mempunyai alat perkembangbiakan yang tampak jelas berupa bunga. Hasil perkembangbiakan secara kawin adalah zigot yang kemudian akan berkembang menjadi embrio.
Zigot merupakan hasil peleburan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Embrio tersimpan di dalam biji yang nantinya akan tumbuh menjadi individu baru, biji dibungkus oleh selaput kulit biji. Tumbuhan berbiji dibedakan menjadi tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
Gambar 9. Skema pengelompokan tumbuhan berbiji
Pernahkah kamu makan emping melinjo? Melinjo termasuk tumbuhan berbiji terbuka yang mempunyai bakal biji tidak terbungkus oleh daun buah. Pada umumnya tumbuhan berbiji terbuka belum memiliki bunga. Organ yang berfungsi sebagai bunga disebut strobilus atau runjung. Runjung jantan merupakan penghasil serbuk sari, sedangkan runjung betina menghasilkan sel kelamin betina. Beberapa jenis tumbuhan berbiji terbuka, runjung betina dan runjung jantan terdapat pada pohon yang berlainan, sehingga dikenal dengan pohon jantan dan pohon betina, contoh Cycas rumphii (pakis haji). Pada beberapa jenis lain, runjung betina dan runjung jantan terdapat dalam satu pohon yang sama tetapi terletak pada ranting yang berlainan, contohnya Pinus merkusii (pinus).
Penyerbukan pada Gymnospermae terjadi dengan bantuan angin. Bakal biji terlindung oleh kulit biji saja dan tidak terlindung oleh daun buah yang menyatu menjadi putik, sehingga disebut tumbuhan berbiji terbuka.
Struktur tubuh Gymnospermae seperti akar, batang, dan daun telah sempurna. Tumbuhan ini berakar tunggang. Batang tumbuh tegak bercabang-cabang. Baik akar maupun batang memiliki kambium sehingga dapat tumbuh membesar. Daun pada umumnya tunggal, kecil, kaku, dan berwarna hijau.
Tumbuhan Gymnospermae yang ada, di antaranya dikelompokkan dalam tiga kelompok yaitu Cycadine, Gnetinae, dan Coniferinae. Contoh pakis haji (Cycas rumphii), melinjo (Gnetum gnemon), tusam/pinus (Pinus merkusii), damar (Agathis alba), dan pohon balsam(Abies balsamea) yang merupakan bahan pembuat balsam.
(a)                                     (b)
Gambar 10. Strobilus Pinus merkusii: (a) jantan dan (b) betina
Pernahkan kamu melihat tanaman mangga? Bagaimana perbedaan tanaman mangga dengan melinjo? Mari kita pelajari bersama.
Tumbuhan mangga tergolong tumbuhan berbiji tertutup. Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) merupakan tumbuhan yang bakal bijinya terlindung daun buah. Tumbuhan ini memiliki organ tubuh, seperti akar, batang, dan daun sejati. Akar tumbuhan ini selain berfungsi untuk menyerap unsur hara juga menegakkan batang. Sistem perakarannya ada yang serabut ada yang tunggang. Batangnya ada yang lunak ada yang keras berkayu. Pada tumbuhan tertentu batangnya ada yang berfungsi sebagai alat penyimpan cadangan makanan. Bentuk daun relatif tipis, lebar, dan struktur uratnya sangat bervariasi. Angiospermae telah memiliki bunga sesungguhnya.
Gambar 11. Struktur bunga lengkap
Bunga tumbuhan berbiji tertutup terdapat perhiasan bunga dan alat perkembangbiakan. Perhiasan bunga terdiri atas mahkota dan kelopak bunga. Alat perkembangbiakan jantan berupa benang sari, sedang alat perkembangbiakan betina berupa putik.
Cobalah kamu amati biji kacang tanah dengan biji jagung! Berdasarkan jumlah keping biji (kotiledon), Angiospermae dibedakan menjadi dua kelas, yaitu tumbuhan berkeping lembaga dua/ganda (Dicotyledoneae/Magnoliopsida) dan tumbuhan berkeping lembaga tunggal (Monocotyledoneae/Liliopsida).
Marilah kita amati akar, batang, dan daun tumbuhan biji tersebut. Tumbuhan dikotil memiliki ciri susunan akar berbentuk akar tunggang, batang kebanyakan bercabang. Batangnya dapat tumbuh membesar karena memiliki kambium. Ruas-ruas batangnya tidak jelas, bijinya memiliki dua kotiledon, daun letaknya tersebar, dengan tulang daun menyirip atau menjari. Jumlah bagian bunga 2, 4 atau 5 maupun kelipatannya.
Tumbuhan berkeping lembaga dua (dikotil) meliputi sejumlah suku, yaitu suku jarak (Euphorbiaceae). kacang-kacangan (Papilionaceae), dan terung-terungan (Solanaceae). Contoh suku jarak ketela pohon (Manihot utilissima), karet (Hevea brasiliensis), jarak (Ricinus comunis), kemiri (Aleurites moluccana). Suku kacang-kacangan (Papilionaceae) sangat mudah dikenali karena ciri bunganya berbeda dengan tumbuhan suku lain. Bunga memiliki mahkota yang berbentuk seperti kupu-kupu. Mahkota bunga terdiri atas lima daun mahkota, yang besar disebut bendera, yang dua di kiri dan kanan disebut sayap, sedang yang berlekatan disebut lunas. Buahnya berupa polong. Akarnya memiliki bintil-bintil akar yang mengandung bakteri Rhizobium yang hidup bersimbiosis mutualisme dengan tanaman yang bersangkutan. Contoh tumbuhan suku kacang-kacangan antara lain kacang tanah (Arachis hypogaea), kacang hijau (Phaseolus radiatus), kacang panjang (Vigna sinensis), buncis (Phaseolus vulgaris), orok (Crotalaria juncea), kembang telang (Tephrosia candica).
Gambar 12. Arachis hypogea
Apakah ciri suku terung-terungan? Suku terung-terungan memiliki ciri antara lain bunganya ada yang berbentuk bintang dan terompet. Kelopak bunga dan mahkota berlekatan sehingga digolongkan pada tumbuhan dengan mahkota berlekatan (Sympetalae). Bakal buah menumpang di atas dasar bunga, benang sari berjumlah lima, merupakan buah buni atau buah kotak. Kotak buah terbentuk dari beberapa daun buah, dinding buahnya berlapis-lapis, lapisan dalam dinding buah berair atau berdaging. Contoh tumbuhan suku ini antara lain tomat (Solanum lycorpesicum), kentang (Solanum tuberosum), cabai (Capsicum annum), tembakau (Nicotiana tabacum), dan kecubung (Datura metel).
Mari kita perhatikan perbedaan bagian-bagian tumbuhan dikotil dan monokotil berikut.
Tabel 3. Perbedaan struktur tumbuhan dikotil dan monokotil
Apakah kamu pernah melihat tanaman tebu? Tumbuhan Monokotil kebanyakan berbentuk herba. Tumbuhan ini memiliki lembaga yang hanya terdiri dari satu daun lembaga. Akar berbentuk serabut. Batangnya tidak bercabang, serta ruas-ruas batang tampak jelas. Tumbuhan monokotil meliputi sejumlah suku antara lain suku rumput-rumputan (Graminae), pinang-pinangan (Palmae), bawang-bawangan (Liliaceae), dan jahe-jahean (Zingiberaceae). Contoh suku rumput-rumputan, antara lain padi (Oryza sativa), tebu (Saccharum officinarum), jagung (Zea mays), gandum (Triticum sativum), dan alang-alang (Imperata cylindrica).
Contoh suku pinang-pinangan (Palmae) antara lain kelapa (Cocos nucifera), salak (Zalaca edulis), pinang (Areca cathecu), rotan (Calamus manna), sagu (Metroxilon sago), kelapa sawit (Elaeis guinensis), dan nipah (Nypha fructicans).
Contoh tumbuhan yang termasuk dalam suku bawang-bawangan (Liliaceae) antara lain lidah buaya (Aloe vera), kembang sungsang (Gloriosa superba), dan kasintu/lidah mertua (Sansivera trifasciata).
Gambar 13. Suku bawang-bawangan
Suku jahe-jahean (Zingiberaceae) banyak dimanfaatkan sebagai tanaman rempah. Contoh suku jahe-jahean adalah (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma domestica), lengkuas (Alpinia galanga), dan kencur (Kaempferia galanga).
Gambar 14. Zingiber officinale
5.   Animalia
Berdasarkan ada dan tidaknya tulang belakang, dunia hewan dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu golongan Avertebrata (hewan tak bertulang belakang) dan Vertebrata (hewan bertulang belakang).
Hewan Avertebrata dikelompokkan sebagai berikut.
a.    Protozoa, contohnya Amoeba, Plasmodium, dan Paramecium.
b.   Cacing (Vermes), contohnya cacing tanah, cacing pita.
c.     Hewan berpori (Porifera), contohnya spons karang dan spons merah.
d.    Hewan berongga (Coelenterata), contohnya ubur-ubur.
e.    Hewan lunak (Molusca), contohnya bekicot, dan siput.
f.    Hewan berkulit duri (Echinodermata), contohnya bintang laut.
g.   Hewan berkaki berbuku-buku (Arthropoda), contohnya belalang dan laba-laba.
Gambar 15. Contoh hewan avertebrata
Saat kamu belajar IPA Biologi di sekolah dasar, tentunya kamu telah dikenalkan dengan hewan yang mempunyai rangka dalam, misalnya ikan, ayam, sapi dan masih banyak yang lain. Hewan ini mempunyai tulang belakang yang memanjang di bagian dorsal (punggung), sehingga dimasukkan dalam golongan Vertebrata (hewan bertulang belakang). Hewan ini memiliki sistem saraf terletak dibagian dorsal/atas saluran pencernaan, alat peredaran darah berupa jantung dan pembuluh darah. Hewan yang memiliki tulang belakang meliputi Pisces (ikan), Amfibi (katak), Reptil (hewan melata), Aves (burung), dan Mammalia (hewan menyusui).
Gambar 16. Contoh hewan vertebrata
DAFTAR PUSTAKA
Arahim, Zaipudin dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas
Suryatna, Asep dan Enjah Takari R. 2009. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas
Winarsih, Anny dkk. 2008. IPA Terpadu: SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas

0 komentar:

Poskan Komentar